Perbedaan Emo dan Harajuku

Pengertian Emo

Emo sendiri sebenarnya bukan nama yang dikhususkan untuk style , tetapi emo merupakan jenis aliran musik yang masih sealiran dengan aliran punk. semakin kesini , emo berkembang tidak hanya mempengaruhi musik saja , melainkan merambah ke gaya pakaian , rambut, dan bahkan sampai gaya hidup. Kembali ke pengertian dasar, emo sendiri berasal dari kata Emotion, Emotional atau Emotive dam sebenarnya aliran musik Emo sudah berkembang dari akhir tahun 80an sampai 90an di Washington DC , band band disana lambat laun memiliki permainan gitar yang membedakan antara aliran Punk dengan Emo.

Emo Style

emo-style

Emo saat ini dikenal sebagai style bukan lagi pada hierarki asalnya yaitu aliran musik. Fashion emo langsung dirujuk pada celana jeans yang ketat , melorot ,sedikit lusuh dan kebanyakan berwarna hitam. Untuk sepatu , biasanya relative simple , hanya memakai sepatu kanvas atau sepatu hitam. Seperti diketahui untuk gaya rambut ciri khas style emo adalah berponi disisir rapi kesamping atau menutup mata, ditambah riasan makeup dengan menggunakan eyeliner atau smokey eyes.

Band Emo

Genre emo sendiri melahirkan banyak sekali band band hebat, sebut saja My Chemical Romance, Paramore , The used , Saosin, dan masih banyak lagi. Band band inilah yang dijadikan kiblat sebagian besar “Emo Fag” dalam berpenampilan.

Pengertian Harajuku

Harajuku juga awalnya bukan nama suatu style, namun merupakan nama sebuah distrik perbelanjaan di pusat kota Tokyo, Jepang. Tepatnya di area sekitar stasiun kereta api Harajuku, wilayah Yamanote distrik Shibuya. Kata Harajuku sendiri pada perkembangannya mengarah pada suatu gaya berbusana yang diadopsi oleh para remaja yang berkumpul di area tersebut.

Sebelum jaman Edo, Harajuku merukapan penginapan(juku) bagi orang yang bepergian melalu jalan utama Kamamura. Tokugawa Ieyasu menghadiahkan Harajuku kepada ninja yang berasal dari provinsi iga yang pada saat itu membantunya meloloskan diri dari Sakai setelah insiden Honnoji. Lalu di jaman Meiji, Harajuku di bangun sebagai kawan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekitarnya. Pada tahun 1906 stasiun JR Harajuku dijadikan bagian dari perluasan jalur kereta Yamanote. Setelah itu Omotesando dibangun pada tahun 1919 setelah kuil Meiji didirikan. Setelah dibukanya beberapa pusat perbelanjaan pada tahun 1970an, Harajuku menjadi pusat busana dan hal tersebut menjadi cikal Harajuku menjadi istilah “style” bukan lagi hanya menjadi nama tempat.

Harajuku Style

Gaya Harajuku bisa diibaratkan perpaduan dari berbagai gaya. Karena merupakan kombinasi mulai dari perpaduan warna , aksesoris, dan lain lain yang sangat bertolak belakang dengan emo yang hanya identik dengan warna warna tertentu saja terutama hitam biru pink dan merah.

Beberapa dari gaya Harajuku:

Visual Kei

harajuku-visual-kei

Visual Kei mengarah pada gaya Harajuku yang mengiktui gaya band rock Jepang. Ciri utama gaya ini adalah kostum yang rumit dan detail dengan gaya eksentrik, penggunaan makeup serta tatanan rambut yang sedmikian rupa.

Lolita

Gaya ini adalah gaya berbusana Jepang yang dipengaruhi oleh era Victorian serta busana periode Late Baroque. Ciri khasnya ada pada rok atau gaun Panjang. Lolita tersendiri terbagi lagi menjadi gaya aliran lainnya seperti : Gothic Lolita, Sweet Lolita , dan masih banyak lainnya.
Lolita, dan masih banyak lagi.

Band Harajuku

Hampir semua band di Jepang mempunyai konsep Harajuku yang berbeda dari lainnya , sebut saja The Gazzete, Versailles , Acid Black Cherry, mereka punya gaya dan ciri khas masing masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *